Jasa Pembuatan Skripsi Cepat dan Tepat

Jasa Pembuatan Skripsi Cepat dan tepat ~ Pengerjaan skripsi terkadang terbentur dengan berbagai macam kendala. Misalnya saja minimnya waktu untuk berkonsultasi dengan dosen pembimbing. Kini IDTESIS hadir sebagai jasa pembuatan skripsi cepat dan  terpercaya.IDTESIS memilki beberapa keunggulan yang tentunya akan bermanfaat untuk menyelesaikan skripsi anda.

Diantaranya adalah skripsi yang kami buat adalah murni buatan sendiri atau no plagiat. Ini adalah poin terpenting bagi anda, dengan tema yang murni akan menambah nilai tersendiri bagi anda. Kelebihan jasa pembuatan skripsi IDTESIS tidak sekedar menyelesaikan tugas anda, namun turut mengajak anda untuk bekerjasama dengan konsultan kami. Sehingga selain tugas tersebut cepat diselesaikan andapun turut memahami isi kandungan skripsi tersebut. Ketika anda berhadapan dengan dosen pembimbing anda akan merasa lebih siap. Karena anda faham dan jelas dengan skripsi tersebut.

Aksesibilitas Masyarakat Miskin Terhadap Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI)

Contoh Tesis ~ Aksesibilitas Masyarakat Miskin Terhadap Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI): Kondisi Dan Faktor Penyebab Di Kabupaten Karanganyar

Secara khusus program BOS bertujuan untuk: Membebaskan pungutan bagi seluruh siswa SD/SDLB negeri dan SMP/SMPLB/SMPT (Terbuka) negeri terhadap biaya operasi sekolah, kecuali pada rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf internasional (SBI). Sumbangan/pungutan bagi sekolah RSBI dan SBI harus tetap mempertimbangkan fungsi pendidikan sebagai kegiatan nirlaba, sehingga sumbangan/pungutan tidak boleh berlebih; Membebaskan pungutan seluruh siswa miskin dari seluruh pungutan dalam bentuk apapun, baik di sekolah negeri maupun swasta; Meringankan beban biaya operasi sekolah bagi siswa di sekolah swasta. Program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dimulai sejak bulan Juli 2005, telah berperan secara signifikan dalam percepatan pencapaian program wajar 9 tahun. (DIKNAS, 2012). Oleh karena itu, mulai tahun 2009 pemerintah telah melakukan perubahan tujuan, pendekatan dan orientasi program BOS, dari perluasan akses menuju peningkatan kualitas termasuk sebagai salah satu sumber pendanaan program RSBI pada jenjang SD dan SMP.

Pemerintah dalam melaksanakan program RSBI telah mengeluarkan berbagai kompensasi agar program ini dapat dijangkau oleh semua lapisan masyarakat, seperti program subisidi 20% dari APBN untuk masyarakat kurang mampu. Pada kenyataannya jumlah masyarakat miskin yang menyekolahkan anaknya di sekolah RSBI masih tergolong rendah. Pada SMP N 1 Karanganyar dari 168 jumlah siswa didik baru tahun pelajaran 2010/2011 hanya 4 orang yang yang dinyatakan bebas SPP. Dengan adanya berbagai kompensasi dan bantuan, serta pendaan BOS yang diberikan pemerintah namun masyarakat di Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah masih mengeluhkan biaya masuk RSBI yang mahal dimana setiap orang tua yang anaknya lolos seleksi ujian masuk RSBI pada salah satu SMP di Karanganyar diminta mengisi blanko kesanggupan biaya sumbangan sekolah yang besarnya antara Rp 500.000,- sampai Rp 3.000.000,- (www.solopos.com ). Padahal sudah jelas tercantum dalam petunjuk pelaksanaan BOS bahwa sumbangan/pungutan bagi sekolah RSBI dan SBI harus tetap mempertimbangkan fungsi pendidikan sebagai kegiatan nirlaba, sehingga sumbangan/pungutan tidak boleh berlebih (DIKNAS, 2012). Alasan-alasan ini yang kemudian menjadi latar belakang peneliti dalam penelitian aksesibilitas masyarakat miskin terhadap program RSBI khususnya pada jenjang pendidikan menengah pertama di Kabupaten Karanganyar.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

  1. Bagaimana aksesibilitas masyarakat miskin terhadap program RSBI khusunya pada jenjang pendidikan SMP di Karanganyar ?
  2. Faktor-faktor apa yang menyebabkan tinggi rendahnya aksesibilitas masyarakat miskin di Karanganyar terhadap program RSBI?

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian yang hendak penulis capai dalam penelitian ini adalah antara lain untuk :

  1. Mengetahui sejauh mana akses masyarakat miskin di Kabupaten Karanganyar terhadap program RSBI khusunya pada jenjang pendidikan menengah pertama (SMP)
  2. Mengetahui faktor-faktor apa yang mempengarhui aksesibilitas masyarakat miskin Kabupaten Karanganyar terhadap program RSBI khususnya pada jenjang pendidikan menengah pertama (SMP)

Tujuan Penelitian 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aksesibilitas masyarakat miskin terhadap program RSBI serta faktor penyebab tinggi rendahnya akses. Akses masyarakat dilihat dari tiga dimensi yaitu dimensi kognitif, dimensi perilaku dan dimensi birokrasi administratif.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan berlokasi di Kabupaten Karanganyar. Informan diambil berdasarkan teknik purposive sampling. Jenis data yang digunakan merupakan data primer dan data skunder dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis model interaktif.

Hasil Penelitian

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akses masyarakat pada setiap dimensi aksesibilitas berbeda-beda. Akses masyarakat pada dimensi kognitif tinggi di kecamatan kota namun sebaliknya di kecamatan desa, akses pada dimensi perilaku rendah. Pada dimensi birokrasi administratif menunjukan akses tinggi pada dua aspek, namun pada aspek pemerataan perlakuan dengan indikator kuota beasiswa, masih rendah pada beasiswa SPP. Akses terhadap beasiswa tunai sudah tinggi. Perbedaan akses pada setiap dimensi akses disebabkan struktur sosial dan lokasi. Struktur sosial masyarakat adalah pendidikan dan status ekonomi. Masyarakat dengan pendidikan rendah memiliki akses yang rendah terhadap informasi kebijakan karena kurangnya pengetahuan dalam mencari sumber-sumber informasi kebijakan. Status ekonomi menjadi penyebab utama rendahnya akses, ketidakmampuan secara ekonomi membuat masyarakat tidak mampu membayar biaya RSBI. Masyarakat yang berlokasi jauh dari kota kabupaten memiliki akses yang rendah dibanding dengan masyarakat yang tinggal di kota kabupaten. Hal ini disebabkan minimnya fasilitas dan sarana komunikasi.

Read More Contoh Tesis

Contoh Tesis ~ Studi Tentang Pelaksanaan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI)

Contoh Tesis ~ STUDI TENTANG PELAKSANAAN RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL (SBI) DI SMK NEGERI 6 SURAKARTA 

Dalam penyelenggaraan SBI di SMK ada berbagai masalah yang harus dihadapi diantaranya belum optimalnya dalam mempersiapkan siswanya untuk memasuki dunia kerja baik dalam negeri maupun luar negeri, penguasaan bahasa asing, dan kurikulum nasional masih belum dapat bersaing secara internasional, serta masalah pendanaan yang memerlukan dana yang relatif besar.

Pada tahun 2006 Departemen pendidikan Nasional, melalui Keputusan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Nomor 2835/C.5/MN/2006, SMK Negeri 6 Surakarta termasuk dalam daftar sekolah program persiapan SMK bertaraf internasional. Pada Surat Keputusan tersebut, program keahlian di SMK Negeri 6 Surakarta yang ditetapkan sebagai program unggulan adalah Usaha Jasa Pariwisata. Penyelenggaraan SBI di SMK Negeri 6 Surakarta dibiayai oleh ADB (Asian Development Bank), sehingga disebut dengan SMK Model SBI Invest (Indonesian Vocational Education Strengthening/Penguatan Pendidikan Kejuruan di Indonesia). Dari tahun 2006 tersebut SMK Negeri 6 Surakarta diberi dana bantuan oleh ADB untuk mengembangkan dan merintis sekolahnya agar memenuhi persyaratan sebagai sekolah bertaraf internasional. Selama kurun waktu dua tahun ini SMK Negeri 6 Surakarta mempersiapkan diri untuk melengkapi persyaratan yang harus dipenuhi. Dari mempersiapkan kurikulum, sarana dan prasarana, gedung, jumlah siswa dan sebagainya. Saat ini SMK Negeri 6 Surakarta memiliki lima program keahlian, yaitu program Usaha Jasa Pariwisata (UJP), Akuntansi, Administrasi Perkantoran, Penjualan, dan Multimedia. Mulai tahun Pelajaran 2008/2009 oleh Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan untuk program keahlian Akuntansi dan Administrasi Perkantoran telah ditetapkan berpotensi untuk dikembangkan sebagai program keahlian unggulan yang berstatus SBI.

Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik mengadakan penelitian tentang penyelenggaraan SBI di SMK Negeri 6 Surakarta, dengan judul penelitian “Studi Tentang Pelaksanaan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) di SMK Negeri 6 Surakarta”.

IdentifikasiMasalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, dapat diidentifikasi beberapa masalah antara lain :

  1. Banyaknya SDM yang membutuhkan pendidikan bidang keahlian khusus agar ?dapat langsung bersaing dalam dunia kerja baik nasional maupun internasional, akan tetapi kurangnya suatu program yang mampu memperhatikan dan menampung SDM tersebut.
  2. Persiapan-persiapan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan rintisan SBI pada SMK 6 Surakarta belum maksimal.
  3. Salah satu hambatan dalam penyelenggaraan program rintisan SBI pada SMK Negeri 6 Surakarta yaitu masih kurangnya tenaga edukatif dan administratif yang sesuai dengan pelaksanaan program SBI
  4. Faktor yang mendukung kegiatan belajar mengajar dianggap belum berfungsi dengan baik.
  5. Masih kurangnya perangkat kurikulum yang dipakai untuk penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI)?

Pembatasan Masalah

Agar penelitian lebih terfokus serta mempunyai arah yang jelas dan pasti, maka penelitian ini dibatasi pada :

  1. Pelaksanaan rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) di SMK Negeri 6  Surakarta.
  2. Hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan rintisan SBI di SMK Negeri 6 Surakarta
  3. Upaya yang dilakukan SMK Negeri 6 Surakarta dalam mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan rintisan SBI ?

Perumusan Masalah

  1. Bagaimanakah pelaksanaan rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) di SMK Negeri 6 Surakarta?
  2. Hambatan-hambatan apa sajakah yang dihadapi dalam pelaksanaan rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) di SMK Negeri 6 Surakarta?
  3. Upaya-upaya apa sajakah yang dilakukan SMK Negeri 6 Surakarta guna mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI)?

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk:

  1. Mengetahui pelaksanaan rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) di SMK Negeri 6 Surakarta,
  2. Mengetahui hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) di SMK Negeri 6 Surakarta,
  3. Mengetahui cara mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) di SMK Negeri 6 Surakarta.

Metode Penelitian

Sesuai dengan tujuan penelitian, maka peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Strategi yang digunakan adalah strategi tunggal terpancang, bila ditinjau dari aspek yang diteliti, penelitian ini merupakan studi kasus (case study). Dalam penelitian ini penentuan sampel menggunakan purposive sampling atau sampling yang bertujuan. Sumber data yang digunakan adalah informan, dokumen dan arsip. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Validitas data dengan trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis model interaktif.

Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan rintisan SBI di SMK N 6 Surakarta sudah hampir sesuai dengan pedoman rintisan SBI. Dimulai dari tahap perencanaan yang meliputi evaluasi diri dan penyusunan Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) berupa School Business Plan (SBP), tahap pelaksanaan, tahap fokus pengembangan sampai pada tahap monitoring pada umumnya sudah berjalan dengan baik, meskipun demikian ada beberapa hambatan yang dihadapi. Hambatan-hambatan tersebut antara lain,

  1. kurangnya ketersediaan dana untuk menunjang sarana dan prasarana pelaksanaan rintisan SBI,
  2. kemampuan bahasa Inggris yang masih kurang bagi tenaga edukatif dan administrasi dalam berbahasa Inggris,
  3. kurang menguasainya guru dalam penggunaan metode pengajaran,
  4. adanya guru yang apatis (kurang berprestasi).

Sedangkan upaya yang dilakukan pihak SMK N 6 Surakarta untuk mengatasi hambatan tersebut antara lain, :

  1. SMK N 6 Surakarta hanya dapat menunggu dana diberikan, serta merealisasikan kegiatan dengan dana yang sudah ada,
  2. SMK N 6 Surakarta mengadakan pelatihan bahasa Inggris bagi tenaga edukatif dan tenaga administratif,
  3. Guru-guru SMK N 6 Surakarta hendaknya memodifikasi metode penyampaian materi dan meningkatkan kemampuan dalam mengelola kelas,
  4. Serta pihak SMK N 6 Surakarta hendaknya memberikan suatu arahan atau pelatihan pada guru-guru untuk meningkatkan kompetensinya dalam mengajar, SMK N 6 Surakarta khususnya pihak Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah memberikan arahan dan motivasi agar selalu meningkatkan kinerjanya baik dalam kegiatan seminar maupun rapat guru.

Read More Contoh Tesis